Pastor Thomas Aquinas Maswan Susinto, SJ: Pengungsi Ingin Hidup Damai

Paus Fransiskus berulang kali mengunjungi para pengungsi, menyapa mereka dan mendorong kepedulian terhadap mereka. Ia bahkan pernah memboyong tiga keluarga pengungsi Suriah ke Vatikan. Bagaimana pandangan dan ajaran Gereja terkait pengungsi? Lanjutkan baca

Lakukan Satu Hal: Tawa adalah Obat Terbaik

Jika mendengar tentang seorang dokter berkecimpung di tengah-tengah pengungsi, mungkin yang muncul di benak kita adalah dokter yang sedang memberikan perawatan medis darurat. Lanjutkan baca

Lakukan Satu Hal: Guru Renang yang Tak Terduga

Najib adalah seorang Hazara yang melarikan diri dari Afghanistan ke Indonesia. Sebelum tiba di Indonesia, dia tidak tahu bagaimana cara berenang. Sekarang dia belajar dengan bantuan dari beberapa pelatih. Lanjutkan baca

Lakukan Satu Hal: Aku Berbagi Pengetahuan dengan Pengungsi

Apa yang Sari miliki adalah sedikit waktu luang, dan pengetahuan tentang bahasanya sendiri, Bahasa Indonesia. Ini adalah hadiah yang Sari bagikan untuk para pengungsi Hazara yang telah melarikan diri dari Afghanistan ke Indonesia. Lanjutkan baca

Lakukan Satu Hal: Harapan untuk Pengungsi Bermula dari Anda

Paus Fransiskus mendorong kita semua untuk bertindak membawa harapan bagi para pengungsi.
Di Jesuit Refugee Service, kami percaya bahwa kita semua bisa menyambut, melindungi, memberdayakan, dan mengintegrasikan pengungsi di komunitas kita. Lanjutkan baca

Merespons Pengungsi dan Migran: 20 Butir Aksi Menuju Kesepakatan Global

Selama berabad-abad, orang-orang yang berpindah (pengungsi dan migran) telah menerima bantuan dan perhatian pastoral khusus dari Gereja Katolik. Dewasa ini, menghadapi gelombang besar orang-orang yang terpaksa berpindah yang telah mewarnai ingatan dan diskusi masyarakat di seluruh dunia, Gereja merasa terdorong untuk melanjutkan karya pendampingan tersebut dalam solidaritas dengan mereka dan dalam kerjasama dengan komunitas internasional.
Lanjutkan baca

Pesan Paus Fransiskus pada Hari Migran dan Pengungsi Sedunia Ke-104 Tahun 2018 (14 Januari 2018)

Setiap orang asing yang mengetuk pintu kita merupakan kesempatan untuk berjumpa dengan Yesus Kristus yang menyamakan diri-Nya dengan orang-orang asing yang disambut dan ditolak di setiap masa (Matius 25:35-43). Lanjutkan baca

Pengungsi: Sebuah Peluang untuk Tumbuh Bersama

Jika kita sebagai keluarga manusia bersikeras untuk memandang pengungsi hanya sebagai beban, kita kehilangan peluang bagi solidaritas yang selalu menjadi peluang untuk saling belajar, saling memperkaya, dan saling menumbuhkan. Lanjutkan baca

Pengalaman dan Pembelajaran bersama JRS

Selama bergabung di JRS, saya diperkaya dengan pengalaman dan pembelajaran. Berjumpa dengan pengungsi dan pencari suaka menunjukkan pada saya bagaimana sebuah harapan harus tetap diperjuangkan, meskipun dalam situasi sulit. Lanjutkan baca

Buka Pikiran, Bebaskan Potensi

Setiap 20 Juni, kita memperingati Hari Pengungsi Sedunia. Lebih dari 65 juta orang, yakni para ibu, ayah, kakak, adik, dan anak-anak, berusaha menyelamatkan diri setelah terpaksa meninggalkan rumah mereka karena perang, kekerasan, dan ancaman penganiayaan. Lanjutkan baca

Perjalanan Seorang Penyintas dari Irak

Saya lahir di Baghdad, Irak, negara yang amat indah, tempat asal para nabi. Negara saya porak-poranda sejak 2003. Rasanya seperti di neraka. Orang-orang terpecah dalam berbagai kelompok agama dan etnis, berkelahi satu sama lain, bahkan membunuh hanya demi kesenangan duniawi. Lanjutkan baca

Accompaniment – Menyentuh yang Tak Tersentuh

Setelah beberapa hari mengunjungi kamp dan memperhatikan rutinitas kegiatan pengungsi, mata saya tertuju pada sesosok remaja belasan tahun yang duduk sendiri di dalam tenda, sementara teman-temannya telah sibuk beraktivitas. Terdorong oleh rasa penasaran akhirnya saya menghampiri remaja tersebut. “Nama saya Mohammad Hasan,” begitu dia memperkenalkan diri. Lanjutkan baca