Menjadi Lebih Ceria Melalui Senam Aerobik

Kamis, Mei 5th, 2011

Senam erobik di rudenim

Senam aerobik adalah senam yang dilakukan dengan menggunakan musik. Senam aerobik memiliki irama-irama tertentu dan hampir mirip dengan menari. Bedanya, gerakan senam aerobik lebih kepada tujuan kesehatan dan bukan pada tujuan keindahan, seperti pada kegiatan menari. Tujuan kegiatan senam aerobik yaitu untuk kebugaran, kesehatan, pembentukan tubuh, dan meningkatkan denyut jantung serta paru-paru. Selain itu, senam aerobik yang dilakukan secara teratur bisa membuat seseorang menjadi lebih awet muda. Senam aerobik bisa dilakukan oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Gerakan senam aerobik bisa dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu pemanasan, inti, dan pendinginan.

Pada awalnya

Pelaksanaan senam aerobik bisa kita saksikan setiap hari Jumat di lapangan-lapangan perkantoran atau tempat- tempat umum pelayanan publik lainnya. Tapi berbeda dengan para staf Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim). Sejak diresmikan pada tahun 2005 oleh Pak Hamid Awaludin, Menteri Hukum dan HAM pada masa itu, pelaksaaan senam Aerobik di Rudenim masih terbilang baru. Berawal dari sebuah diskusi bersama antara staf JRS dan staf Rudenim mengenai kegiatan yang bisa dilaksanakan di Rudenim. Kegiatan yang dilaksanakan itu haruslah have fun, melibatkan banyak orang, bisa dilaksanakan secara rutin tetapi tidak membutuhkan banyak biaya, dan bermanfaat langsung bagi setiap orang yang mengikutinya. Akhirnya sampailah pada satu kesepakatan bahwa staf JRS dan Rudenim serta lembaga lain yang terlibat setiap hari Jumat melaksanakan senam aerobik bersama. JRS bertanggung jawab menyediakan instruktur untuk senam dan Rudenim menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. Setelah berjalan selama satu bulan, kehadiran dan keterlibatan staf Rudenim terlihat menurun sehingga JRS menawarkan agar para deteni juga diberi kesempatan untuk mengikuti senam aerobik. Usulan tersebut diterima oleh Kepala Rudenim dan para deteni juga menyambut dengan antusias pelaksanaan senam aerobik ini.

Menggembirakan dan menyehatkan

Aktivitas aerobik menjadi salah satu pengisi waktu yang handal, yang menggembirakan dan menyehatkan bagi semua orang. Seorang deteni berkata dalam Bahasa Inggris yang sepotong sepotong, ”Setelah aktivitas aerobik diberikan kepada deteni, makin sedikit orang yang berobat setiap minggunya ke dokter.” Deteni yang lain berkata, “Terima kasih kepada JRS, kepada Rudenim sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk senam aerobik ini. Senam aerobik ini membantu kami menjaga kondisi tubuh juga pikiran di saat menunggu yang tidak pasti entah berapa lama lagi harus tinggal di detensi.” Seorang deteni lainnya berkata, ”Sambil aerobik kita bisa berteriak sekuat tenaga. Setelah teriak, depresi dan stress kita berkurang. Badan juga menjadi lebih sehat.” Lain lagi pengalaman para instruktur, Vita dan Monita. “Pada awalnya kami merasa canggung, takut dan was-was dipelototin laki-laki dari negara lain yang tidak kami kenal sama sekali. Itu sebabnya, pada permulaan setelah selesai aerobik, kami langsung buru-buru turun dari lantai 2 dan pulang. Kami sedikit grogi dan agak takut, tapi ada juga rasa kasihan,” kata mereka. Bagi para instruktur, berhadapan dengan deteni menjadi pengalaman yang sangat baru. Mereka tidak pernah mendengar sebelumnya tentang para pengungsi lintas batas dan pencari suaka. Untuk menjembatani ketidaktahuan ini, kita memberikan informasi secukupnya dan selalu membuat evalusi rutin mingguan tentang pengalaman dan pengamatan para instruktur atas para deteni. Setelah sekian lama, para instruktur ini mengatakan, “Setelah mendapat informasi yang cukup dari Bang Sil tentang JRS dan tentang para deteni, perlahan-lahan kami mulai mengerti dan memahami kondisi mereka. Setelah semakin kenal dan berkomunikasi dengan mereka, kami pun bisa mendengar cerita hidup mereka, walau kadang dalam berkomunikasi tidak hanya verbal tetapi dengan bahasa isyarat juga. Kami merasa senang bisa memberikan senam aerobik di Rudenim. Melihat kondisi mereka yang sedemikian, kami menjadi lebih semangat dan dipacu untuk kreatif mengembangkan senam ini agar tidak menjadi membosankan, sesuai dengan kemampuan dan kondisi mereka di Rudenim.”

Penutup

Tentu saja ada banyak tantangan dalam berkomunikasi dengan para pengungsi lintas batas dan pencari suaka yang ada di Rudenim. Tetapi manusia tetaplah manusia dan kita semua memiliki kemampuan untuk memperlakukan sesama dengan saling menghormati, sikap yang penuh empati dan meneguhkan pengharapan mereka dalam situasi yang tidak pasti. Senam aerobik menjadi kesempatan bagi para deteni dengan semua stakeholder lainnya untuk semakin memahami dan saling berbagi keprihatinan mengenai kesehatan dan satu sama lain. Hidup sehat merupakan hak dasar bagi semua orang, termasuk para pengungsi lintas batas dan pencari suaka.

Mangatas Alexander Gultom

Pengungsi: Sebuah Peluang untuk Tumbuh Bersama

Jika kita sebagai keluarga manusia bersikeras untuk memandang pengungsi hanya sebagai beban, kita kehilangan peluang bagi solidaritas yang selalu menjadi peluang untuk saling belajar, saling memperkaya, dan saling menumbuhkan. Lanjutkan baca

Australia: menutup pintu di hadapan krisis kemanusiaan global

Yogyakarta, 20 November 2014. Dengan rasa sedih yang mendalam, Jesuit Refugee Service mengamati langkah mundur pemerintah Australia yang mengeluarkan sebuah perubahan kebijakan terhadap mereka yang sedang mencari perlindungan internasional di kawasan Asia Tenggara. Pada 18 November 2014, pemerintah Australia mengumumkan … Lanjutkan baca

Tanggap Darurat Gunung Kelud

Bersama dengan Komunitas Relawan Jogja Bersatu, JRS Indonesia mengambil bagian dalam respon emergency Gunung Kelud. Komunitas Relawan Jogja Bersatu sendiri adalah sebuah komunitas yang terdiri dari berbagai kelompok masyarakat, baik individu maupun mahasiswa di wilayah Yogyakarta, yang bersinergi dalam respon kebencanaan. Mereka hadir di lapangan untuk menemani, memberikan bantuan konseling, dan menyalurkan barang-barang yang sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, JRS Indonesia memberikan support dana untuk kebutuhan operasional dan belanja barang, dan kehadiran di lapangan selama 2 hari, yaitu di tanggal 26-27 Februari 2014. Lanjutkan baca

33 Tahun Berlalu, Kebutuhan Pengungsi Menjadi Lebih Besar daripada Sebelumnya

Merayakan 33 tahun berada bersama dan melayani pengungsi, JRS ingin mendorong Anda untuk menebarkan keramahtamahanan dan dukungan kepada saudara-saudara kita yang ada di sini, yakni para pengungsi yang sedang mencari perlindungan. Lanjutkan baca

Vatikan: Paus Fransiskus Menyerukan Keramahtamahan dan Keadilan dalam Kunjungan ke Jesuit Refugee Service

“Memberikan sandwich itu tidaklah cukup jika tidak disertai dengan kemungkinan untuk belajar berdiri di atas dua kaki sendiri. Amal kasih yang tidak mengubah situasi orang miskin, tidaklah cukup. Belas kasih sejati, yang telah diberikan dan diajarkan oleh Allah kepada kita, menuntut keadilan dan cara agar orang miskin dapat menemukan jalan keluar dari kemiskinan.” Lanjutkan baca

JRS Bergabung dalam Seruan Lintas-Iman bagi Perlindungan terhadap Pengungsi

Jesuit Refugee Service bersama dengan badan PBB urusan Pengungsi (UNHCR) dan perwakilan dari sejumlah organisasi berbasis agama menyerukan perlindungan yang lebih besar bagi para Pengungsi.

Deklarasi multi bahasa setebal 16 halaman, yang dikenal sebagai sebuah Penegasan tentang Keramahan, merupakan yang pertama kali melibatkan UNHCR dan spektrum organisasi-organisasi berbasis agama. Lanjutkan baca

Penemanan JRS Indonesia bagi Pengungsi dan Pencari Suaka 2013

Pada bulan Mei 2013 JRS membantu SUAKA menyelenggarakan pertemuan singkat dengan para Diplomat tentang situasi Pengungsi dan Pencari Suaka di Indonesia. SUAKA dan JRS terlibat dalam Diskusi Kelompok Terfokus di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang mendiskusikan dan mendorong agar Pemerintah Indonesia meratifikasi konvensi tentang Status Pengungsi dan protokolnya. SUAKA terus memberikan bantuan hukum dan penemanan kepada Pencari Suaka yang sebagian besar merupakan rujukan dari JRS dalam proses Penentuan Status Pengungsi mereka. Saat ini system rujukan yang lebih komprehensif telah dikembangkan dalam kerjasama antara JRS dan SUAKA. Lanjutkan baca

Futsal

Minggu, 9 September 2012, malam. Dua belas orang laki-laki Afrika berjalan menuju ke suatu toko yang agak besar di Cipayung. Mereka itu pencari suaka yang berasal dari Somalia, Sudan, dan Ethiopia. Tempat tujuan mereka ada di lantai tiga di toko … Lanjutkan baca

Ulang tahun JRS Indonesia ke-31

Yogyakarta, 14 November 2011 – 31 tahun bukanlah waktu yang pendek untuk mengukur kehidupan. Selama 31 tahun perjalanan, JRS bangga akan warisan semangat dari Pedro Arrupe yang menggugah keprihatinan orang akan adanya pengungsi. Tahun ini, JRS Indonesia merayakan ulang tahunnya yang ke-31 dengan banyak cara yang sederhana. Lanjutkan baca

Hari Pengungsi Sedunia 2009

Dalam peringatan Hari Pengungsi Sedunia tanggal 20 Juni yang lalu, sekitar 50 orang termasuk dosen dan mahasiswa dari Indonesia, Thailand dan Burma/Myanmar berkumpul di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta atas undangan JRS untuk menyaksikan sebuah film yang menggambarkan pengalaman dan tantangan yang dihadapi oleh para pengungsi di negara asal mereka dan di negara suaka (Malaysia). “Secara pribadi saya menghargai semua orang yang membantu mereka (pengungsi) dan menerimanya di negara mereka… mereka ini melarikan diri dan suara mereka menyentuh setiap kita,” ujar Lorence, mahasiswa asal Myanmar/Burma yang masih tersentuh dengan kisah yang disampaikan lewat film tersebut. Lanjutkan baca