Penemanan JRS Indonesia bagi Pengungsi dan Pencari Suaka 2013

Rabu, Juni 19th, 2013

Sampai dengan bulan Juni 2013, JRS Indonesia telah melakukan penemanan bagi Pengungsi dan Pencari Suaka melalui berbagai kegiatan, yaitu:

Pengungsi dan Pencari Suaka Urban

1. Menemani Pencari Suaka di Cisarua Bogor

Dalam bulan-bulan pertama tahun 2013, tim JRS Cisarua Bogor masih menerima banyak permintaan bantuan dari para Pencari Suaka yang rentan yang tinggal di komunitas. Permintaan dan kebutuhan yang ada jauh lebih besar daripada kesanggupan JRS untuk memenuhinya. Saat ini kami memiliki daftar tunggu yang mengutamakan mereka yang paling rentan, meliputi perempuan dan anak-anak dengan kebutuhan khusus dan mendesak – masalah kesehatan mental dan fisik, kehidupan yang berat dan kebutuhan akan tempat tinggal.

“Banyak Pencari Suaka meminta informasi dan saran tentang proses Penentuan Status mereka sebagai Pengungsi namun hanya ada sedikit orang yang dapat memberikan informasi ini. JRS bekerjasama dengan para pengacara muda dari SUAKA – Jaringan Masyarakat Sipil Indonesia bagi Perlindungan Pengungsi – untuk menjamin agar pertanyaan-pertanyaan Pencari Suaka dapat ditanggapi. Diperlukan banyak bantuan agar para Pengungsi dapat mengungkapkan ketakutan mereka secara jelas dan jujur,” kata Fransisca Asmiarsi, Information & Advocacy Officer untuk Program Penemanan JRS bagi Pencari Suaka Urban. “Pada bulan-bulan pertama tahun 2013, JRS dan SUAKA membantu 48 Pencari Suaka dalam memahami proses dan kriteria UNHCR. Kami berharap lebih banyak orang dapat terlibat bersama kami untuk membantu Pencari Suaka dalam mendapatkan perlindungan yang mereka butuhkan,” tambah Asmiarsi.

2. Komunitas Pengungsi, di Sewon-Bantul, Yogyakarta

Lino Sanjaya, Team Leader Penemanan Pengungsi di Sewon

Sebagian besar Pengungsi yang dilayani oleh JRS pada tahun 2012 telah menerima visa untuk resettlement mereka ke Australia dan akhirnya dapat memulai hidup baru dalam rasa aman, dilengkapi dengan kemampuan bahasa Inggris dan keterampilan komputer yang lebih baik. JRS menyambut pengungsi baru yang tiba di komunitas Sewon, yang sebagian besar di antaranya mengikuti kelas bahasa Inggris dan kelas komputer. “Kami gembira. Penempatan di negara ketiga berarti bahwa para Pengungsi yang baru dapat dikeluarkan dari Rumah Detensi dan masuk ke dalam komunitas di Sewon. Kami prihatin terhadap para Pengungsi yang menunggu resettlement terlalu lama, banyak dari antara mereka merasa takut akan dilupakan atau dikecualikan dari proses resettlement. Mereka mengalami stress dan depresi berat,” kata Lino Sanjaya, Team Leader JRS untuk program Sewon.

RUMAH DETENSI

3. Rudenim Surabaya, di Bangil-Pasuruan, Jawa Timur
Tim JRS akhirnya berhasil memperoleh ijin untuk merayakan peringatan keagamaan dan kegiatan olah raga yang bagi Pencari Suaka dan Pengungsi yang ditahan itu merupakan kesempatan pertama kali untuk dapat meninggalkan sel mereka dalam bulan-bulan ini. Lebih dari itu kami sangat senang melihat sekelompok Pencari Suaka dan Pengungsi diijinkan meninggalkan Rumah Detensi selama beberapa jam untuk menikmati kolam renang.

4.Rudenim Medan, di Belawan Sumatera Utara
Tim JRS masih terus memberikan penemanan dan aktivitas rekreasional dan edukasional yang sangat dibutuhkan di Rumah Detensi yang penuh sesak dan tanpa harapan. Peristiwa kekerasan di Rudenim pada April lalu antara deteni etnis Rohingya dan deteni etnis Myanmar lainnya, telah menewaskan 8 deteni etnis Myanmar. Deteni yang lain masih mengalami trauma dalam waktu yang lama. Kami berhasil membantu membebaskan perempuan dan anak-anak dari Rumah Detensi dan meningkatkan penemanan bagi deteni yang masih tinggal di Rudenim.

Paulus Enggal, JRS Research and Media officer, telah mengembangkan bahan untuk meningkatkan kesadaran publik bagi tim lapangan, dan mulai membuat film dokumenter pendek yang menggambarkan kehidupan Pencari Suaka dan Pengungsi di Indonesia. Saat ini Enggal sedang mengumpulkan pembelajaran tentang penemanan, pelayanan dan advokasi JRS selama 4 tahun di Rumah-Rumah Detensi Imigrasi di Indonesia.

Pengungsi Internal dan Returnee dari PNG

5. Solusi Berdayatahan bagi Pengungsi Berlarut-larut di Indonesia Timur, Ambon, Maluku
Purwaningsih, JRS Information and Advocacy Officer, masih tetap menemani keluarga-keluarga Pengungsi Internal dalam upaya mendapatkan pemukiman di lahan yang disediakan oleh JRS di Wa’ai. Sekarang ia sedang mengupayakan agar sertifikat tanah segera dikeluarkan tepat waktu. JRS telah menerbitkan dan membagikan pembelajaran program dalam sebuah buku studi kasus “Pengungsian Berlarut-larut”, yang tersedia di website JRS (http://jrs.or.id/publications/books/book/?did=164).

6. Penilaian Kebutuhan mendalam tentang Pengungsi yang kembali dari PNG di Provinsi Papua yang sedang dilakukan sampai saat ini, direncanakan akan selesai paling lambat akhir Juni 2013. Temuan dan bagian pertama Penilaian Kebutuhan itu dipaparkan kepada perwakilan Gereja, Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan masyarakat sipil di Kabupaten Keerom pada bulan Mei 2013. Temuan pada bagian kedua dipaparkan pada bulan Juni 2013 di Kabupaten Merauke.

Bantuan Hukum SUAKA dan jaringan advokasi

Pada bulan Mei 2013 JRS membantu SUAKA menyelenggarakan pertemuan singkat dengan para Diplomat tentang situasi Pengungsi dan Pencari Suaka di Indonesia. SUAKA dan JRS terlibat dalam Diskusi Kelompok Terfokus di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang mendiskusikan dan mendorong agar Pemerintah Indonesia meratifikasi konvensi tentang Status Pengungsi dan protokolnya. SUAKA terus memberikan bantuan hukum dan penemanan kepada Pencari Suaka yang sebagian besar merupakan rujukan dari JRS dalam proses Penentuan Status Pengungsi mereka. Saat ini system rujukan yang lebih komprehensif telah dikembangkan dalam kerjasama antara JRS dan SUAKA.

Lars Stenger

Australia: menutup pintu di hadapan krisis kemanusiaan global

Yogyakarta, 20 November 2014. Dengan rasa sedih yang mendalam, Jesuit Refugee Service mengamati langkah mundur pemerintah Australia yang mengeluarkan sebuah perubahan kebijakan terhadap mereka yang sedang mencari perlindungan internasional di kawasan Asia Tenggara. Pada 18 November 2014, pemerintah Australia mengumumkan … Lanjutkan baca

Tanggap Darurat Gunung Kelud

Bersama dengan Komunitas Relawan Jogja Bersatu, JRS Indonesia mengambil bagian dalam respon emergency Gunung Kelud. Komunitas Relawan Jogja Bersatu sendiri adalah sebuah komunitas yang terdiri dari berbagai kelompok masyarakat, baik individu maupun mahasiswa di wilayah Yogyakarta, yang bersinergi dalam respon kebencanaan. Mereka hadir di lapangan untuk menemani, memberikan bantuan konseling, dan menyalurkan barang-barang yang sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, JRS Indonesia memberikan support dana untuk kebutuhan operasional dan belanja barang, dan kehadiran di lapangan selama 2 hari, yaitu di tanggal 26-27 Februari 2014. Lanjutkan baca

33 Tahun Berlalu, Kebutuhan Pengungsi Menjadi Lebih Besar daripada Sebelumnya

Merayakan 33 tahun berada bersama dan melayani pengungsi, JRS ingin mendorong Anda untuk menebarkan keramahtamahanan dan dukungan kepada saudara-saudara kita yang ada di sini, yakni para pengungsi yang sedang mencari perlindungan. Lanjutkan baca

Vatikan: Paus Fransiskus Menyerukan Keramahtamahan dan Keadilan dalam Kunjungan ke Jesuit Refugee Service

“Memberikan sandwich itu tidaklah cukup jika tidak disertai dengan kemungkinan untuk belajar berdiri di atas dua kaki sendiri. Amal kasih yang tidak mengubah situasi orang miskin, tidaklah cukup. Belas kasih sejati, yang telah diberikan dan diajarkan oleh Allah kepada kita, menuntut keadilan dan cara agar orang miskin dapat menemukan jalan keluar dari kemiskinan.” Lanjutkan baca

JRS Bergabung dalam Seruan Lintas-Iman bagi Perlindungan terhadap Pengungsi

Jesuit Refugee Service bersama dengan badan PBB urusan Pengungsi (UNHCR) dan perwakilan dari sejumlah organisasi berbasis agama menyerukan perlindungan yang lebih besar bagi para Pengungsi.

Deklarasi multi bahasa setebal 16 halaman, yang dikenal sebagai sebuah Penegasan tentang Keramahan, merupakan yang pertama kali melibatkan UNHCR dan spektrum organisasi-organisasi berbasis agama. Lanjutkan baca

Penemanan JRS Indonesia bagi Pengungsi dan Pencari Suaka 2013

Pada bulan Mei 2013 JRS membantu SUAKA menyelenggarakan pertemuan singkat dengan para Diplomat tentang situasi Pengungsi dan Pencari Suaka di Indonesia. SUAKA dan JRS terlibat dalam Diskusi Kelompok Terfokus di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang mendiskusikan dan mendorong agar Pemerintah Indonesia meratifikasi konvensi tentang Status Pengungsi dan protokolnya. SUAKA terus memberikan bantuan hukum dan penemanan kepada Pencari Suaka yang sebagian besar merupakan rujukan dari JRS dalam proses Penentuan Status Pengungsi mereka. Saat ini system rujukan yang lebih komprehensif telah dikembangkan dalam kerjasama antara JRS dan SUAKA. Lanjutkan baca

Futsal

Minggu, 9 September 2012, malam. Dua belas orang laki-laki Afrika berjalan menuju ke suatu toko yang agak besar di Cipayung. Mereka itu pencari suaka yang berasal dari Somalia, Sudan, dan Ethiopia. Tempat tujuan mereka ada di lantai tiga di toko … Lanjutkan baca

Ulang tahun JRS Indonesia ke-31

Yogyakarta, 14 November 2011 – 31 tahun bukanlah waktu yang pendek untuk mengukur kehidupan. Selama 31 tahun perjalanan, JRS bangga akan warisan semangat dari Pedro Arrupe yang menggugah keprihatinan orang akan adanya pengungsi. Tahun ini, JRS Indonesia merayakan ulang tahunnya yang ke-31 dengan banyak cara yang sederhana. Lanjutkan baca

Hari Pengungsi Sedunia 2009

Dalam peringatan Hari Pengungsi Sedunia tanggal 20 Juni yang lalu, sekitar 50 orang termasuk dosen dan mahasiswa dari Indonesia, Thailand dan Burma/Myanmar berkumpul di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta atas undangan JRS untuk menyaksikan sebuah film yang menggambarkan pengalaman dan tantangan yang dihadapi oleh para pengungsi di negara asal mereka dan di negara suaka (Malaysia). “Secara pribadi saya menghargai semua orang yang membantu mereka (pengungsi) dan menerimanya di negara mereka… mereka ini melarikan diri dan suara mereka menyentuh setiap kita,” ujar Lorence, mahasiswa asal Myanmar/Burma yang masih tersentuh dengan kisah yang disampaikan lewat film tersebut. Lanjutkan baca