KOORDINATOR PROYEK “BOGOR PSYCHOSOCIAL SUPPORT”

Jumat, Januari 18th, 2019
 
Lowongan:      1 orang
Wilayah kerja:  Bogor, Jawa Barat
Batas akhir lowongan: 23 Januari 2019
Mulai bekerja:  Februari 2019
Kontrak: 11 bulan (berakhir pada 31 Des. 2019) dengan kemungkinan perpanjangan
Posisi:  Koordinator Proyek
Bertanggung jawab kepada:     National Program Officer
Bekerjasama dengan:                Komunitas pengungsi di Bogor, pemerintah setempat, penduduk setempat, Proyek JRS BeFriend De Facto Refugee di Bogor
Organisasi:                                  Yayasan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia

Penempatan:                                Bogor, Jawa Barat

Latar Belakang Lembaga dan Program

Yayasan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia adalah lembaga kemanusiaan yang menjalankan misi untuk menemani, melayani, dan membela hak para pengungsi dan mereka yang terpaksa berpindah. Yayasan JRS Indonesia menjalankan pelayanan di tingkat nasional, dalam koordinasi dengan jaringan regional dan internasional. JRS merupakan karya sosial Serikat Jesus yang menjadi respon konkret Gereja Katolik di Indonesia terhadap masalah pengungsian, dalam kerjasama dengan semua pihak yang berkehendak baik, dengan menghormati kemajemukan agama, suku, pandangan, dan budaya. JRS hadir bagi para pengungsi dalam negeri (internally displaced persons), serta para pencari suaka (asylum seeker) dan pengungsi (refugee) yang bertahan hidup di kamp pengungsian, detensi imigrasi, dan di kawasan perkotaan. Kerja JRS mencakup bidang pendidikan, pendampingan psikososial, bantuan darurat, pendampingan pastoral, pemberdayaan komunitas, dan aneka pelayanan sosial yang sesuai dengan kebutuhan komunitas pengungsi.

Maksud rekrutmen

Proyek JRS Bogor Psychosocial Support bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup komunitas pencari suaka (asylum seeker) dan pengungsi lintas batas negara (refugee) yang bertahan hidup di wilayah Bogor, Jawa Barat, dengan mengadakan aktivitas-aktivitas psikososial para pengungsi, pelatihan bagi sukarelawan guru, kursus bahasa, pendampingan terhadap komunitas, dan advokasi hak komunitas untuk memperoleh pendidikan dalam kolaborasi dengan para pemangku kepentingan yang relevan.

Koordinator Proyek bertanggung jawab untuk memimpin dan mengarahkan tim dalam mencapai sasaran proyek, serta mengidentifikasi upaya advokasi dan kebutuhan perlindungan yang relevan untuk meningkatkan akses pencari suaka dan pengungsi terhadap pendidikan. Koordinator akan menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, mengidentifikasi tantangan dan peluang-peluang baru di lapangan, serta mengawali kolaborasi-kolaborasi kreatif yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas akses tersebut. Koordinator akan mengadakan pemantauan berkala atas jalannya proyek, menilai dampak konkret proyek terhadap orang-orang yang dilayani, dan menyampaikan laporan berkala kepada Kantor Nasional JRS Indonesia.

Kualifikasi dan Pengalaman:

•  Memiliki ijazah S1 ilmu psikologi atau pendidikan, ilmu sosial, kajian hak asasi manusia, komunikasi, atau bidang ilmu lain yang relevan.

•  Memiliki pengalaman untuk mendampingi inisiatif yang muncul dari suatu komunitas berbasis pendidikan dan melakukan advokasi bersama komunitas.

•  Memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai, baik secara lisan maupun tertulis.

•  Diutamakan yang memiliki pengalaman mendampingi orang yang mencari perlindungan dan/atau mengalami keterbatasan akses untuk memenuhi hak-hak asasinya.

•  Memiliki pengalaman menjadi koordinator tim.

•  Memiliki kesediaan dan dorongan yang kuat untuk mempelajari isu dan hak asasi pencari suaka dan pengungsi.

•  Dapat bekerja sama dalam tim dan dapat bekerja secara mandiri.

•  Siap sedia bekerja dalam keadaan yang mendesak, serta dapat bekerja di bawah tekanan dan dengan tingkat mobilitas yang tinggi.

•  Warga negara Indonesia.

Silakan mengirimkan lamaran via email kepada Direktur JRS Indonesia dengan alamat email indonesia@jrs.or.id dan cc kepada Personalia JRS Indonesia dengan alamat email indra@jrs.or.id dan menyertakan JRS Application Form yang sudah diisi oleh pelamar.

Artikel Terbaru

Lakukan Satu Hal: Tawa adalah Obat Terbaik

Jika mendengar tentang seorang dokter berkecimpung di tengah-tengah pengungsi, mungkin yang muncul di benak kita adalah dokter yang sedang memberikan perawatan medis darurat. Lanjutkan baca

Lakukan Satu Hal: Guru Renang yang Tak Terduga

Najib adalah seorang Hazara yang melarikan diri dari Afghanistan ke Indonesia. Sebelum tiba di Indonesia, dia tidak tahu bagaimana cara berenang. Sekarang dia belajar dengan bantuan dari beberapa pelatih. Lanjutkan baca

Lakukan Satu Hal: Aku Berbagi Pengetahuan dengan Pengungsi

Apa yang Sari miliki adalah sedikit waktu luang, dan pengetahuan tentang bahasanya sendiri, Bahasa Indonesia. Ini adalah hadiah yang Sari bagikan untuk para pengungsi Hazara yang telah melarikan diri dari Afghanistan ke Indonesia. Lanjutkan baca

Lakukan Satu Hal: Harapan untuk Pengungsi Bermula dari Anda

Paus Fransiskus mendorong kita semua untuk bertindak membawa harapan bagi para pengungsi.
Di Jesuit Refugee Service, kami percaya bahwa kita semua bisa menyambut, melindungi, memberdayakan, dan mengintegrasikan pengungsi di komunitas kita. Lanjutkan baca

Merespons Pengungsi dan Migran: 20 Butir Aksi Menuju Kesepakatan Global

Selama berabad-abad, orang-orang yang berpindah (pengungsi dan migran) telah menerima bantuan dan perhatian pastoral khusus dari Gereja Katolik. Dewasa ini, menghadapi gelombang besar orang-orang yang terpaksa berpindah yang telah mewarnai ingatan dan diskusi masyarakat di seluruh dunia, Gereja merasa terdorong untuk melanjutkan karya pendampingan tersebut dalam solidaritas dengan mereka dan dalam kerjasama dengan komunitas internasional.
Lanjutkan baca