Staf Lapangan “Be Friend De Facto Refugee” Project Bogor

Rabu, November 13th, 2019

Wilayah kerja: Bogor, Jawa Barat

Batas akhir pengiriman lamaran: 20 November 2019

Mulai bekerja: Januari 2020

Jangka waktu kontrak: 12 Bulan (berakhir pada 31 Desember 2020) dengan kemungkinan perpanjangan

Posisi: Staf Lapangan

Bertanggung jawab kepada: Koordinator Proyek

Bekerjasama dengan: Komunitas pengungsi lintas batas negara di Bogor, pemerintah setempat, organisasi sosial dan kemanusiaan lainnya, dan penduduk setempat

Organisasi: Yayasan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia

Penempatan: Bogor, Jawa Barat

Latar Belakang Lembaga dan Program

Yayasan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia adalah lembaga kemanusiaan yang menjalankan misi untuk menemani, melayani, dan membela hak para pengungsi dan mereka yang terpaksa berpindah. Yayasan JRS Indonesia menjalankan pelayanan di tingkat nasional, dalam koordinasi dengan jaringan regional dan internasional. JRS merupakan karya sosial Serikat Jesus yang menjadi respon konkret Gereja Katolik di Indonesia terhadap masalah pengungsian, dalam kerjasama dengan semua pihak yang berkehendak baik, dengan menghormati keragaman agama, suku, pandangan, dan budaya. JRS hadir bagi para pengungsi dalam negeri (Internally Displaced Persons), serta para pencari suaka dan refugee yang bertahan hidup di kamp pengungsian maupun di kawasan perkotaan. Kerja JRS mencakup bidang pendidikan, pendampingan psikososial, bantuan darurat, pendampingan pastoral, pemberdayaan komunitas, dan aneka pelayanan sosial yang sesuai dengan kebutuhan komunitas pengungsi.

Maksud rekrutmen

Proyek BeFriend towards Dignity during Refuge in Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup komunitas pencari suaka (asylum seeker) dan pengungsi lintas batas negara (refugee) yang bertahan hidup di wilayah Bogor, Jawa Barat, dengan mengadakan aktivitas-aktivitas psikososial bagi para pengungsi, pelatihan pemberdayaan, serta pendampingan terhadap komunitas, dan advokasi hak komunitas untuk memperoleh hak-hak dasar dalam kolaborasi dengan para pemangku kepentingan yang relevan.

Staf lapangan bertanggung jawab dalam proses pencapaian sasaran proyek, serta mengidentifikasi upaya advokasi dan kebutuhan perlindungan yang relevan untuk meningkatkan akses pencari suaka dan pengungsi terhadap hak-hak dasar mereka. Staf lapangan akan menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, mengidentifikasi tantangan dan peluang-peluang baru di lapangan, serta mengawali kolaborasi-kolaborasi kreatif yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas akses tersebut.

Kualifikasi dan Pengalaman:

  • Memiliki latar belakang ilmu dan pendidikan di bidang:

    • Psikologi

    • Komunikasi atau Sosiologi

    • Hukum atau Hubungan Internasional

    • Kesehatan Masyarakat

  • Memiliki pengalaman untuk mendampingi inisiatif yang muncul dari suatu komunitas dan melakukan advokasi bersama komunitas.

  • Memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai, baik secara lisan maupun tertulis.

  • Diutamakan yang memiliki pengalaman mendampingi orang yang mencari perlindungan dan/atau mengalami keterbatasan akses untuk memenuhi hak-hak asasinya.

  • Pengalaman mengkoordinir tim atau mengorganisir suatu aktivitas tertentu.

  • Memiliki kesediaan dan dorongan yang kuat untuk mempelajari isu dan hak asasi pencari suaka dan pengungsi.

  • Dapat bekerja sama dalam tim maupun bekerja secara mandiri.

  • Siap sedia bekerja dalam keadaan yang mendesak, serta dapat bekerja di bawah tekanan dan dengan tingkat mobilitas yang tinggi.

  • Warga negara Indonesia.

Mohon lamaran dikirimkan melalui e-mail ke: indonesia@jrs.or.id dan cc: indra@jrs.or.id dengan menyertakan formulir berikut: JRS Application Form.

Artikel Terbaru

Lakukan Satu Hal: Tawa adalah Obat Terbaik

Jika mendengar tentang seorang dokter berkecimpung di tengah-tengah pengungsi, mungkin yang muncul di benak kita adalah dokter yang sedang memberikan perawatan medis darurat. Lanjutkan baca

Lakukan Satu Hal: Guru Renang yang Tak Terduga

Najib adalah seorang Hazara yang melarikan diri dari Afghanistan ke Indonesia. Sebelum tiba di Indonesia, dia tidak tahu bagaimana cara berenang. Sekarang dia belajar dengan bantuan dari beberapa pelatih. Lanjutkan baca

Lakukan Satu Hal: Aku Berbagi Pengetahuan dengan Pengungsi

Apa yang Sari miliki adalah sedikit waktu luang, dan pengetahuan tentang bahasanya sendiri, Bahasa Indonesia. Ini adalah hadiah yang Sari bagikan untuk para pengungsi Hazara yang telah melarikan diri dari Afghanistan ke Indonesia. Lanjutkan baca

Lakukan Satu Hal: Harapan untuk Pengungsi Bermula dari Anda

Paus Fransiskus mendorong kita semua untuk bertindak membawa harapan bagi para pengungsi.
Di Jesuit Refugee Service, kami percaya bahwa kita semua bisa menyambut, melindungi, memberdayakan, dan mengintegrasikan pengungsi di komunitas kita. Lanjutkan baca

Merespons Pengungsi dan Migran: 20 Butir Aksi Menuju Kesepakatan Global

Selama berabad-abad, orang-orang yang berpindah (pengungsi dan migran) telah menerima bantuan dan perhatian pastoral khusus dari Gereja Katolik. Dewasa ini, menghadapi gelombang besar orang-orang yang terpaksa berpindah yang telah mewarnai ingatan dan diskusi masyarakat di seluruh dunia, Gereja merasa terdorong untuk melanjutkan karya pendampingan tersebut dalam solidaritas dengan mereka dan dalam kerjasama dengan komunitas internasional.
Lanjutkan baca